Minggu, 07 Oktober 2012

Kota Hijrah

Alhamdulillah,,, Q mampu menyelesaikan pendidikan SMA. Walau,, asa tak seindah realita,,, namun keoptimisan yang mengemban diri Q bahwa "AKU PASTI BISA".

Jauh sebelum Q menginjak kelas XII (Kelas 3 SMA),, Q udah ukir mimpi indah untuk kemana Q akan bermusafir pendidikan 'n hal itu udah Q utarakan ke kedua orang tua Q. Berharap Q bisa menembus UMPTN di ITB or UGM. Namun sayang seribu kali sayang, kenyataan tax sepadan dengan impian namun tak juga putus harapan.

Ketika Q sampaikan keinginan Q untuk melanjutkan study ke ITB or UGM (Keinginan keras Q untuk menuju ITB), awalnya kedua orang tua Q sedikit cemas dan menyuruh Q untuk berpikir lebih matang untuk bisa menuju kesana. Karena yang terpintas dipikiran ortu adalah terlalu jauh untuk menempuh perjalanan kesana, kota besar yang sangat tajam dengan "metropolitan" nya. Walau ada keluarga disana tapi tetap aja keluarga Q cemas melepas anak gadis satu2nya (waktu itu,, hehehhe) kesana.

Selang cerita, terlalu indah impian yang Q angankan, semua tak seindah harapan. Ketika selesai UN, ortu menyampaikan hal yang membuat Q sangat2 bersedih. "Fer, maaf kayaknya kamu belum bisa kuliah tahun ini, masalah ekonomi keluarga kita sedang sangat terganggu. Bapak takut nanti terputus di tengah jalan. Bersabarlah... Jika ada rezeki,, kamu nanti pasti akan kuliah. Kamu cari aktifitas yang dapat membantu kamu untuk bisa kuliah juga." Itulah penggalan cerita Papaku kala itu. Q yang memiliki keinginan keras untuk bisa merasakan dunia perkuliahan sangat tidak terima ortu Q punya pemikiran atau menyampaikan hal itu di sela2 semangat Q yang sangat tinggi. Karena bagi Q dimana ada kemauan disana pasti ada jalan. Dengan nada sedih namun membandal Q bantah semuanya. "Ferri nggak mau tau Pa, Ferri yakin pasti bisa kuliah tahun ini. Ferri akan tetap berusaha untuk terus lanjutkan sekolah tahun ini juga, karena takut kalau ditunda untuk kerja nanti impian akan pudar. Fer punya keinginan keras, Insya Allah pasti ada jalan. Mungkin Fer nggak lagi bermimpi untuk bisa kuliah keluar Sumatera,, tapi Fer akan melanjutkan di salah satu Universitas Negeri  di Medan aja dulu. Fer akan coba ke Negeri dulu pak, mudah2an Allah beri kesempatan."

Menjelang Q tamat sekolah Papa ditugaskan ke Batam dari perusahaannya. Dengan modal percaya diri yang keras untuk bisa melanjutkan kuliah, Q berjuang sendiri mencari info bagaimana dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri. Q yang punya cita-cita menjadi seorang Guru, mendapat bimbingan dari Wali Kelas Q semasa kelas 3 SMA. Kebetulan beliau lulusan FKIP-UNIMED, dan beliau juga mengajar di PRIMAGAMA. Alhamdulillah diberi jalan oleh beliau untuk masuk ke UNIMED Q dianjurkan untuk kursus di PRIMAGAMA. Singkat cerita, Q kabarkan berita itu ke ortu Q dan Q sedang mempersiapkan untuk mengikuti kursus di PRIMAGAMA Ortu tetap mendukung semua keinginan Q untuk itu. Namun, ketika Q mau mendaftarkan ke PRIMAGAMA, satu berita pun datang menghampiri Q. Tak tau ini berita bahagia atau apa. Berita itu adalah: "Papa dari Batam menelepon Q dan mengabarkan bahwa Q bisa melanjutkan kuliah di Batam. Brosur kampus yang akan dituju akan segera Papa kirimkan".

Itulah kabarnya. Bahagia dengan kabar itu karena Alhamdulillah Q bisa melanjutkan kuliah tepat waktu dan menempuh kemandirian di luar kota. Karena jujur aja mustahil banget Q bisa pergi ke luar kota. untuk pergi ke Kota Medan pun jarang Q tempuh selain masa2 liburan, apalagi harus ke Luar Sumatera Utara ini. Hmmmm,,,,, hehhehe..... Namun, sedih juga harus jauh dari keluarga, terutama meninggalkan ibuku yang baru saja memiliki baby kecil (adikku). Selain itu meninggalkan sahabat2 tercinta dan kala itu Q masih memiliki seseorang yang mencintai & Q cinta selama 4,5 tahun. Huuhh,,, betapa berat.. tapi Q harus bertahan dan nuruti keinginan Q untuk bisa kuliah. Percaya semua 'kan indah pada waktunya.

Seiring berjalannya waktu, Q pun menerima kiriman Brosur kampus yang dikirim Papa untuk Q. tertulis jelas sebuah kampus di brosur itu yang Q sendiri tidak mengetahui latar belakang itu kampus. (Maklum,, belum begitu mengenal dunia maya, jadi nggak pernah kepikiran buat cari informasinya lewat internet... hehehhehe). Dan yang lebih parahnya jurusan yang Q tuju pun tak ada di kampus itu. Bingung harus bagaimana. Satu2nya hanya ortu Q teman berbagi utkpenyelesaian masalah pendidikan.

Tertulis jelas di brosur kampus itu Politeknik Batam (sekarang=Politeknik Negeri Batam) hanya ada 3 jurusan ditingkat Diploma 3 yaitu Teknik Informatika, Teknik elektronika dan Akuntansi. Tak ada yang bisa Q tuju sesuai plan Q ketika lulus. Q INGIN JADI GURU, so  Q harus ambil FKIP. Namun sayang, kenyataan tak seindah impian. Hanya ada mereka, Q berpikir sejenak, kalau AKUNTANSI  Q sama sekali nggak punya basic, karena Q lulusan jurusan IPA semasa SMA. Kalau TEKNIK ELEKTRONIKA jelas para cowok2 semua yang ada didalamnya (klasik banget ya pemikiran gue?? hahhaha.... Nggak taunya lumayan jugalah cewek2 Elektronika di Angkatan gue.. heheheheh). Finally, setelah berdiskusi dengan ortu terutama Papa Q, Q pun memutuskan mengambil jurusan TEKNIK INFORMATIKA. Kata Papa Q kan punya basic disitu karena udah sering ambil kursus komputer. Yo,, weslah,,, manut dese'  kambe ortu... ehhehehehe... Ridha ortu Insya Allah selalu penuh barokah 'n do'a. Amin.... ^_^

Formulir itu pun Q isi sesuai pengisiannya, kemudian Q kirim ke boz Papa yang akan kembali lagi ke Batam. Lagi..,,, lagi,,, Papa dan boznya yang mengurus semuanya di Batam, karena waktu itu Q masih di Medan. Merekalah yang mengurus pendaftaran Q di Batam. Sampai ujian masuk pun tiba. Dua minggu sebelum ujian datang, Papa kembali ke Medan untuk menjemput anaknya paling cantik ne untuk dimutasikan ke Batam (wkwkwkwkwk). Papa dirumah hanya sebentar, 'n akhirnya kami pun berangkat ke Batam.

Malam hari sebelum keberangkatan Q berpamitan dengan kawan2 'n sahabat2 terdekat Q dikampuang tercinto. Mereka sangat tidak menginginkan Q pergi sejauh ini. Persahabatan yang cukup komplit diantara kami. Sari teman seperjuangan Q mengasuh adik2 santri (malam terakhir Q wirid bersama mereka Q juga izin kepada adik2 Santri binaan Q dengan Sahabat Q Sari, kakak sukses disana dan jangan lupakan kami ya kk?? Itulah pesan salah satu adik Santri Q). Sari juga teman Perwiritan remaja Q. Kiki teman Perjalan jauh Q kalau wisata (ne orang demen banget klu diajak jalan2,, hehehe.....). Terlepas dari itu semua yang pasti kesedihan ada diantara kami. Rindu Kebersamaan akan Persabatan ini <3 <3 <3 ^_^

Hari H pun telah tiba................ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~>
Hal yang tak pernah terbayangkan sama sekali dalam hidup Q. Kesedihan menyelimuti keberangkatan Q 'n Papa. Mungkin Ibu sudah biasa ditinggal Papa karena Papa emang sudah sering bolak-balik keluar masuk Medan untuk urusan pekerjaan. Tapi, Q??? Baru kali ini akan terasa sangat jauh dengan jarak dari Ibu. Q emang sering bepergian jauh2 'n bahkan sampai menginap untuk urusan organisasi,, tapi beneran inilah yang sangat jauh 'n kepastian untuk sering ketemu Ibu dan keluarga atau PULKAM tidak pernah akan bisa dipastikan kapan. Q cuma bisa bilang ke Ibu, "Bu,, apa Fer beneran bisa betah tinggal disana???" Dengan nada sok menguatkan diri Ibu 'n meyakinkan Q Ibu berkata "baik-baik disana. Fokuskan apa yang menjadi tujuan. Ini kan semua keinginan Fer untuk bisa tetap sekolah. Satu pesan Ibu, jangan macam-macam disana, tetap hati-hati dan jangan pernah tinggalkan shalat untuk menjaga diri kita". Q cuma bisa berderai airmata :'(. ~~~~~~~~~~ dan kami pun berangkat dari rumah menuju Bandara dengan Taxi.

Sepanjang perjalanan,, Q hanya bisa terdiam sembari memikirkan keadaan yang bener2 dipisahkan oleh jarak yang jauh dari keluarga terutama Ibu dan adik kecil Q. Bakalan jarang buat ketemu karena bukan sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk biaya PP selama pulkam. Hmmmmm.... Entahlah... Q cuma bisa menguatkan diri AKU PASTI BISA.

Dalam lamunan Q pun, Papa sering mengusik,, "kenapa koq diam??? Pusing ya??? Mau mabuk???" (mabuk=mual dalam mobil perjalanan jauh, maklum dulu itu penyakit Q setiap perjalanan jauh. tapi nggak untuk sekarang. Kecuali kalau mau perjalanan jauh belum makan alias belum masukin nasi ke dalam perut,, atau ada bau2 yang aneh di dalam mobil,, mau dech ntu kambuh si mabuknya... ckckckckck). Jelas Q bilang: "nggak koq Pa..." Maklumlah perjalanan dari tempat tinggal Q ke Bandara sekitar 4.5 Jam (dekat banget ya?? Maklum Sumatera Utara itu bukan Provinsi kecil. hahahhahaha )

Singkat cerita,, kami pun telah tiba di Bandara Internasional Polonia, Medan. Untuk kali pertamanya Q naik pesawat ne. Grogi ataupun degdegan nggak ada sih,, cuma masih bingung z,,, (belagak culun W... hahahha....) Kalau Papa sih gampang,, karena udah di check in kan dengan orang boz Papa di Bandara. Tinggal masuk z. Akhirnya,, tibalah kami di Ruang Tunggu. Papa ngeledekin Q lagi "takut nggak ntr naik pesawat??" Papa sambil ngelawak nyeritain orang dulu ketika satu maskapai dengan beliau,, agak aneh sih + lucu juga. Q pun jawab dengan spontan""nggak lah,, ngapain harus takut. kalau ntar nervous,, tiduran z,, biar tiba2 udah nyampe Batam. Hahahahhha"

Pemanggilan jadwal penerbangan kami pun tiba. Q dan Papa pun langsung menuju ke pesawat. Selang beberapa menit, pesawat kami pun berangkat. Ternyata,, naik pesawat tidak sepanik yang Q pikirkan. Biasa aja pun (Belagak kali Q ne ya?? hahahahah) Tapi iya koq, nggak ada sepanik yang Q pikirkan. Rasanya sama aja kayak naik kereta api. Q pun sampai tertidur pulas disana. Hampir landing di Batam Q pun terbangun. Dan selang beberapa waktu kami pun tiba di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Alhamdulillah..... *_*

Alhamdulillah telah tiba disini. Selanjutnya,, tinggal perjalanan dari Bandara ke rumah z. Kami pun dijemput oleh supir boz Papa. Pertengah jalan beli makan untuk makan siang. 'n langsung menuju ke rumah.

BUNDA....................... INILAH BATAM................ FER SUDAH TIBA DISINI....... DAN AKAN MEMULAI PERJUANGAN ITU.................. BISMILLAH........................... ^_^ *_* ^_^ *_* ^_^ *_*

Senin, 11 Juni 2012

Menempuh Pendidikan S3 Q

Mulai cerita kembali.....

Q yang hidup dari keluarga sederhana tidak pernah takut untuk bermimpi setinggi-tingginya. Karena menurut prinsip Q hidup akan tetap berjalan berwujud dengan mimpi itu selama usaha juga mampu menyeimbanginya. Itulah yang membuat Q tidak pernah takut untuk bermimpi tinggi dengan cita-cita Q. Apa pun hasilnya tetap harus mampu dimaknai 'n dihargai,, tidak perlu disesali ataupun ditangisi,,, karena inilah HIDUP... Tak selamanya berjalan mengalir bak air,, namun tak pula beku seperti batu...
(Hehhehe... Sok ngerti yaa Q ne...)

Q mulai pendidikan dari tingkat SD. Tidak pernah merasai dunia pendidikan di tingkat PlayGroup atau TK. Tapi itu semua tidak pernah mengurangi kreatifitas Q di dunia anak-anak. Hehehhe
Q sekolah di tingkat Ibtidaiyah ( sebut saja MIS. ISLAMIYAH). Sekolah dasar di Kabupaten Asahan-SUMUT yang tidak jauh dari tempat tinggal Q. Berangkat selalu diantar jemput ibu dengan sepeda kecilnya (Memiliki sepeda disana dulu udah anugerah yang luar biasa).

Seiring waktu berjalan, cobaan tak ingin jauh dari hidup Q. Tepat Q duduk di kelas 2 SD musibah menimpa Q dengan Q ditabrak sebuah truk tanki yang membawa minyak. Berawal dari pulang sekolah Q bersama teman akrab Q "Fadli". Dia anak guru ngaji Q. Kami emang selalu pulang bersama kalau ibu nggak jemput. Singkat cerita, ketika di depan sekolah ingin menyebrang jalan, Q lihat di arah kanan tidak ada kendaraan, namun sayang arah kiri Q tak perhatikan. Karena Q lihat Fadli sudah menyeberang 'n Q pun ikut dia menyeberang. Tapi, tak begitu memperhatikan jalan, dari arah kiri ada truk tanki yang melintas. Fadli yang dibelakangku sempat mundur balik ke belakang tapi Q tak mampu. 'n musibah itu terjadi. Q berada di bawah kolong tanki. Semua pasti khawatir 'n suasana ramai. Q pun dilarikan ke RS terdekat. Beberapa hari dirawat, dan setelah dilakukan ronsen, alhamdulillah tidak ada hal yang serius terjadi pada Q walaupun dipergelangan tangan Q masih membekas cap lika liku ban truk itu. (Hal itu yang membuat ortu sangat takut sekali terjadi hal yang serius dengan Q). Ending cerita Q mampu menyelesaikan pendidikan SD Q dengan tepat waktu. Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin.....

Tak begitu susah untuk melanjutkan ke pendidikan selanjutnya. Ortu berharap Q tetap melanjutkan sekolah di yayasan yang sama dengan SD Q. Tapi Q memaksa ortu untuk Q bisa  masuk ke Sekolah Negeri. Awalnya ortu keberatan karena Sekolah Negeri yang Q tuju agak jauh dari rumah. Harus naik angkot yang membuat ortu merasa cemas. Tapi,, setelah mendengar curhat Q, ortu memperbolehkan Q mencoba masuk ke Sekolah Negeri. 'n Q coba. Dulu mau masuk ke Sekolah Negeri memiliki nilai minimal untuk masuk Sekolah Negeri yang diambil dari NEM (Nilai Ebtanas Murni). Nasib mujur tidak berpihak di Q. NEM Q tidak mampu menembus Sekolah Negeri yang Q tuju. Hanya kurang 0,4 saja. Miriiisss sekali... Hiks.. :'(
Alhasil,,  Q harus kembali ke sekolah yang diinginkan ortu dari awal. 'n dengan berat hati Q harus membayar biaya pendaftaran seperti siswa lain. (Seharusnya nggak jika Q ketika lulus dari SD langsung melanjutkan disana. Tapi karena Q mencoba ingin mendaftar ke sekolah lain yaa,,, harus bayar dah... HJahahahah... Hiks.. :'( ). Pendidikan di tingkat ini pun Q mampu capai dengan target tepat waktu walau banyak cobaan juga dari internal pribadi 'n keluarga. Salah satunya, ketika kelas 1 semester akhir itu adalah pertama kali Q mendapatkan peringkat 1. Senaaaangggg bangeettt,,, tapi Q tidak bisa menikmatinya dengan hati gembira bersama keluarga karena papa Q saat itu sedang dirawat di RS karena lagi dioperasi matanya. 'n kesehatan Q  pun tidak begitu pulih karena pada hari itu penyakit cacar menyerang Q. Ibu tidak mengijinkan Q pergi ke sekolah (karena kalau penyakit cacar itu katanya tidak boleh banyak kena angin atau air). Nah,, pada hari itu hujan. Tapi, Q nekat tetap untuk berangkat ke sekolah. Wali kelas Q pun aneh melihat ekspresi Q yang beliau pikir Q nggak bahagia mendapatkan peringkat ini. tapi Q juga bingung ingin mengekspresikan kebahagaiian betapa gembiranya Q mendapatkan peringkat itu dengan melihat keadaan Q yang begitu lemah 'n memikirkan keadaan Papa Q. Hmmmm.....
Tetap syukur alhamdulillah  mengecap semuanya...

Masa SMP pun telah berlalu. 'n Q ingin melangkah ke Putih Abu-Abu. Hehhehh....
Sedikit berat dengan situasi disini,,, karena Papa harus merantau ke Negeri Jiran melanjutkan kerja disana. Sementara jauh2 hari Q udah sampaikan bahwa ketika Q lulus nanti Q ingin merantau ke Kota Medan melanjutkan SMA disana. 'n ortu udah sepakat mengizinkan Q, karena Q emang pengen belajar hidup mandiri jauh dari ortu 'n ortu emang pengen mengajarkan itu pada anak2nya. Tapi,, karena tiba2 keadaan perekonomian perusahaan Papa kerja yang tidak stabil 'n Papa harus berangkat ke Malaysia, Q tidak diizinkan hijrah ke Kota Medan karena ibu akan sendiri di rumah (karena kemaren tidak pernah menduga akan punya adik baru, jadi nggak tega ibu tinggal sendiri dengan adik cowok yang sering main keluar). Yaaa,,, mau nggak mau Q lanjutkan sekolah Q di yayasan yang sama (So, 12 tahun Q di Yayasan Perguruan Islamiyah Hessa Air Genting,, **MIS **MTs 'n **MAS --Pada tau kan kepanjangannya???--hehehehhe)
Aktifitas belajar mengajar pun Q lalui dengan baik. Walau sejak Q SMA, Q tidak lagi seenak seperti masa2 sebelumnya. Terlepas kondisi perekonomian keluarga juga yang mungkin emang harus tersadari *Tak selamanya sesuatu itu berada di atas atau bahkan di bawah*
'n banyak pelajaran kemandirian yang Q pelajari ketika semua ini ada di pihak keluarga Q. Sakit tapi berharga, mungkin begitu Q memaknainya. SMA menjadi ajang kebut2an prestasi untuk Q. Dalam benak Q, sangat Q benci diri Q jika Q tidak mampu menyabet peringkat 3 besar. Alhamdulillah,, pola belajar yang Q atur sebaik mungkin dari sebelumnya 'n dukungan keluarga yang selalu mengingatkan 'n membantu Q dalam pendidikan Q di SMA Q selalu meraih peringkat 2 dalam waktu 3 tahun 'n 6 semester. Tidak pernah turun dari peringkat 2, namun pernah 1 semester Q naik di perigkat 1. Hanya Q 'n teman Q Azhar Azmi yang kami selalu punya peredaran rebut2an peringakat di 1 atau 2. Hahahahahah.... (Seru persaingan belajar itu membuat Q tetap selalu ingin belajar keras... Hehheheh)

Hari berlalu... Waktu pun berjalan.... Tak tersadari Q mulai remaja... Pendidikan tersadari sudah tertunaikan 12 tahun. Syukur Alhamdulillah yang mampu terluahkan. Semua tertunaikan tepat waktu 'n mampu meraih minimal sekolah yang diharapkan ortu Q.


Tapi,, disela2 sekolah,, Q tidak hanya fokus di dalam dunia belajar mengajar saja. Karena Q sangat suka berorganisasi sejak Q SD di kelas 6 sampai selesai SMA, Q mengikuti kegiatan Ex School yaitu PRAMUKA 'n kegiatan tertinggi yang bertahap Q mampu ikuti dengan baik 'n Q Alhamdulillah mampu menyelesaikan sampai ke tingkat Penegak. Kegiatan bertahap yang penuh perjuangan dan persaingan ketat yang Q mampu jalani dengan baik adalah RAIRAN (Raimuna Ranting=tingkat Kecamatan-Air Batu), RAICAB (Raimuna Cabang=tingkat Kabupaten-Asahan) dan RAIDA (Raimuna Daerah=tingkat Provinsi-Sumatera Utara)  (RAIMUNA=*pertemuan pramuka tingkat penegak *).

Sebenarnya ada 1 tahap lagi yaitu RAINAS (Raimuna Nasional=tingkat Nasional-Indonesia). 'n jika Q berjuang ada kemungkinan kesempatan bisa berangkat mengikutinya. Pelaksanaanya di Cibubur, Jawa Barat. Tapi sayang seribu kali sayang, kala itu selesai mengikuti RAIDA, Ujian Nasional (UN) telah menanti di depan mata. 'n tentu pihak sekolah tidak mengizinkan murid tingkat akhir untuk mengikuti Ex School lagi. 'n Q putuskan untuk fokus menghadapi UN. Mungkin cukup banyak rintangan, hambatan bahkan tantangan di tingkat daerah aja yang Q hadapi (apalagi kalau tingkat nasional yaaa???). Keseruan punya banyak teman dari kabupaten2 yang lain. Yang tak kalah seru tentu ilmu juga jadi banyak share dengan kawan2. Mungkin itu udah lebih dari cukup. Selebihnya, mungkin harus terhenti karena UN lebih penting menurut Q.

Selain Pramuka, Q juga aktif di Kelompok DrumBand di Sekolah. Mulai pertama ada DrumBand di sekolah Q duduk dikelas 2 SMA (Kalau Q nggak salah yaa.. heheheh). Prestasi di DrumBand paling yaaachh kalau tampil di Upacara Kecamatan kalau Hari Kemerdekaan. Heheheheh...


Inilah cerita indah semasa sekolah menempuh S3 selama 12 tahun. Bukan untuk mengejar gelar para jabater (singkatan jadul ne....) tapi demi realisasi pendidikan seutuhnya SD, SMP dan SMA. Hahahhaha....

Untuk menuju step selanjutnya nanti akan kita sambung di session judul selanjutnya yaa....

Wait it.... :) :) :)

Rabu, 30 Maret 2011

Q Bersama Keluarga...

Keluarga Q merupakan keluarga yang sederhana. Hidup kami biasa-biasa saja. Tidak berlebihan namun juga tak kekurangan. Setiap rezeki yang menghampiri, selalu kami syukuri. Itu pelajaran yang selalu disampaikan oleh Ayah Q untuk anak-anaknya. Pesan orang tua Q yang selalu Q ingat untuk anak-anaknya adalah "Janganlah menjadi orang yang berlebihan, karena ketika kekurangan menghampiri maka kerisauan akan datang menjangkiti kehidupan. Maka belajarlah menjadi orang kekurangan, sehingga ketika kelebihan menghampiri tidak risau menghadapi hidup". Itulah Ayah Q. Penuh kesederhanaan dan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya.

Q adalah anak ke dua dari empat bersaudara. satu-satunya yang sekarang sedang dalam masa pendidikan hanya Q. Sekarang Q sedang menempuh program D3 (Diploma 3) jurusan Teknik Informatika di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Batam, Politeknik Negeri Batam (Awal Q masuk, Politeknik ini masih swasta *Politeknik Batam*, namun Alhamdulillah tahun 2010 Politeknik sudah negeri dan berganti menjadi *Politeknik Negeri Batam*).

Abang Q sulung (anak pertama), yang diharapkan keluarga Q dapat menjadi panutan untuk adik-adiknya justru faktanya jauh dari harapan. Dia sangat bandal. Hmm,,,, banyak sekali kebandalan yang telah dibuat. Kata orang: "maklumlah, anak cowok". Dia hanya mampu melanjutkan pendidikan sampe SMP saja. Orang tua Q mampu untuk melanjutkan sekolahnya, hanya saja dia yang tidak mau untuk melanjutkan studinya. Karena harapan orang tua Q, terutama Ayah Q sangat berharap dia dapat melanjutkna pendidikan setinggi-tingginya, y.. selain karena dia anak sulung, dia juga laki-laki yang seyogyanya imam untuk keluarga dan ahli waris untuk adik-adiknya.(*Anak laki-laki dalam Islam itu merupakan ahli waris utama, bukan hanya dalam harta tetapi lebih kepada pengganti sang Ayah jika sudah tidak ada, seperti menikahkan adik perempuannya, dll.. Afwan jika pemahaman saya salah atau keliru atau kurang tepat, mohon diluruskan,, tafaddhol..*)

Singkat cerita, lepas dari SMP, abang Q pun mulai menapaki hidupnya sendiri, mencoba menjadi pribadi yang mandiri. Namun sayang, pergaulan disekitarnya membuat dia salah langkah dan hal itu membuat orang tua Q marah dan kesal. Akhirnya, orang tua Q memberi dia modal untuk berjualan kecil-kecilan, namun tidak bertahan lama. Pada akhirnya tepat usia 21 tahun dia memutuskan untuk menikah dengan seorang gadis pilihannya. Mau tidak mau orang tua Q pun bersedia melamarkan gadis pilihannya.

Q sebagai anak kedua pun selalu berpikir realistis untuk menjadi kebanggan keluarga. Q berusaha selalu mengedepankan pendidikan setinggi-tingginya selama Q mau dan mampu, walaupun orang tua Q tidak mampu. Karena bagi Q "Dimana ada niat, pastilah ada jalan". Hanya itu inspirasi yang menjadi semangat keseharian Q dalam mewujudkan mimpi-mimpi Q. "tidak ada yang tidak mungkin selama nyawa masih di badan dan masih mau berusaha", Insya Allah,, berbekal Yakin Usaha Sampai semua akan ada jalannya. Itulah Q...

Adik Q sendiri Ricky, hanya mampu menamatkan studinya sampai SMA. Q dan dia hanya selisih satu tahun saja. Dia sudah lulus 2 tahun yang lalu dari salah satu sekolah kejuruan yang ada di sekitar kabupaten tempat tinggal Q. Sama halnya seperti abang Q, orang tua Q pun berharap dia dapat melanjutkan sekolahnya, namun tidak ada kemauan darinya. Orang tua Q pun berpikir "dari pada dipaksa dan uang terbuang percuma,, y sudahlah harus mengikuti kemauan anak lagi". Dan akhirnya dia bekerja di salah satu perusahaan swasta tempat Ayah Q dulu bekerja. dan Alhamdulillah sampai sekarang dia masih bertahan disana.

Adik Q yang bungsu (paling kecil) sangat jauh usianya dari kami. Dia sekarang baru menginjak usia empat tahun. Kami sekeluarga tidak pernah menyangka kalau akan ada si kecil lagi di rumah Q. Q dan adik Q Ricky, tidak keberatan sama sekali ketika mendengar kalau Ibu Q sedang mengandung lagi di usia kami yang sudah terbilang dewasa. Justru malah sebaliknya, kami sangat senang sekali. Karena ketika kami sudah dewasa seperti ini yang sudah mulai berpikir tentang jalan terbaik kami, masih ada si kecil yang dapat menemani Ibu di rumah. Ya,, setidaknya untuk teman cerita Ibu di rumah lah. Karena Bapak tugas di Batam bersama Q yang sedang kuliah, adik Q Ricky sudah bekerja (tidak banyak waktu di rumah), seangkan abang Q sudah bersama keluarga kecilnya merantau di Tanah Karo (Kebun Kelapa/Asahan - Tanah Karo lebih kurang 4 jam ditempuh dengan kendaraan umum). Si bungsu sekarang sedang lucu-lucunya dan Alhamdulillah kebijakan-kebijakan selalu keluar dari setiap tingkahnya. Aktifitasnya sekarang hanya sekolah Play Group dan mengaji saja.

Y,, inilah Q  bersama keluarga Q. Kesederhaan tak menjadi halangan untuk berpotensi dalam segala hal. Hidup bak air, biarkan mengalir dan selalu menjadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

--Semoga bermanfaat--

Jumat, 25 Maret 2011

Pesona Kebun Kelapa...

Dua puluh satu tahun yang lalu di suatu desa yang cukup sederhana 'n tenteram banget yaitu desa Kebun Kelapa (salah satu desa di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara) lahir seorang gadis mungil yang berjenis kelamin perempuan yang diberi nama Ferri Martin (mungkin semua orang menganggap nama itu adalah nama seorang cowok, tapi Insya Allah karunia Allah menakdirkan Q menjadi seorang perempuan). Itulah Q, anak ke dua dari empat bersaudara. Abang Q bernama Dessy Syahputra, dan dua orang adikku bernama Ricky Afrian dan Putri Andini Febri Astuti.

Kami semua dibesarkan di desa Kebun Kelapa yang tenteram banget. Warganya sangat ramah. Selain itu, kegiatan sosial antar warga disana sangat kental banget, mulai dari yang remaja sampai orang tuanya. Bukan itu saja, kegiatan keagamaan juga masih kental terasa, mulai dari perwiridan santri (kumpulan santri *antara 6-12 tahun* yang pada malam tertentu membaca yasin yang bertujuan selain sebagai mencari pahala, sebagai pembelajaran kepada anak usia dini. Perwiridan ini biasanya satu minggu sekali di rumah santri yang berbeda). Ada juga pengajian remaja (seperti liqa'), perkumpulan wirid remaja masjid (sama seperti perwiridan santri, hanya saja ini untuk para remajanya). Selain itu juga tentu ada perwiridan ibu-ibu dan bapak-bapaknya. Wah,, banyak banget deh,, yang lebih seru ntu pengajian setiap bulannya yang mengundang  ustadz. Walaupun desa ini berbatasan dengan orang-orang selain non-muslim, tapi Insya Allah semua masih saling menghargai.

Ya,,, itulah Kebun Kelapa, desa tempat Q dibesarkan. Desa yang kemanapun Q pergi selalu Q rindukan. Merindukan semua suasana disana. Orang tua, keluarga, sahabat, masyarakatnya 'n tentunya aktifitas yang pernah Q jalani disana. Desa dimanapun Q meraih kesuksesan itulah awal kesuksesan Q. Dan Q takkan pernah melupakan tempat asal Q itu.

Indah,, tenteram, nyaman 'n tentunya bersahabat....
Itulah sebagian kecil potret Kebun Kelapa...
Namanya boleh aneh tapi tak buat para penghuninya...

Dinamakan demikian karena disana ntu paling gampang dech cari yang namanya pohon kelapa. pa lagi kelapa muda. wah,, seru deh... asriiiiiiii banget tempatnya...

Q rindukan mu selalu...
Tanah kelahiran Q..
Desa yang telah membesarkan Q...
Desa yang telah banyak memberi warna dan arti kehidupan...
Desa yang telah mampu membuat Q bertahan hingga sekarang..
Akhir dari cerita ini..
Hanya satu tekad Q "Moga masih ada waktu ntuk mengabdi disana"
Amin,,,,

Jumat, 11 Maret 2011

Kehidupan Bebas

Hiruk pikuk keramaian dan kedamaian negeri
Tak kian terasa lagi karena telah ternodai
Jika negeri mampu berbicara, pasti dengan lantang ia berkata
"Tak ingin aku dihuni oleh orang-orang seperti kalian"!!!

Bagaimana negeri tak histeris seperti itu
Pemuda pemudi bangsa yang seharusnya meneruskan cita-cita negeri
Ikut menghancurkan Bumi Pertiwi..
Narkoba, minum-minuman keras, bahkan seks bebas
Itulah konsumsi dan tugas mereka...

Segelintir orang bangga akan tugas mereka
Namun sayang seribu kali sayang..
Mereka bangga bukan untuk bercita-cita membasmi itu semua
Tapi, mereka bangga ingin membudayakan barang haram itu..

Mereka mengawali dari minuman keras..
Awalnya hanya ingin coba-coba..
Mereka tak terkendali dengan arus yang deras..
Dan mencoba menghisap narkoba..
Dan tak jarang berakhir dengan seks bebas..

Awalnya hanya ciuman yang dilontarkan ke lawan jenis..
Pikiran pun semakin onar,.
Salah satu dari mereka berkata dengan enteng:
"Kepalang dosa ya dosa,, ya sudah dorong saja"!!!

Nafsu jahannam pun tak terkontrol
Lawan jenis pun asyik mengobrol
Tak terasa pikiran pun sudah kosong
Dan pembalut tubuh pun sudah oblong..,.

Mereka terlalu asyik dengan asmara dunia
Hanya selalu dunia dan dunia saja yang dipikirkan
Aniaya adalah kebanggan...
Anak tanpa sang ayah adalah sebuah kemodernan...
Wanita tanpa penutup aurat adalah tontonan...

Ya.. Allah!!! Ya Tuhan kami...
Pantaskah kami memandang negeri kami seperti ini???
Berilah hidayah dan petunjuk-Mu kepada kami
Agar kami senantiasa istiqamah dan memuliakan ajaran-Mu...