Minggu, 07 Oktober 2012

Kota Hijrah

Alhamdulillah,,, Q mampu menyelesaikan pendidikan SMA. Walau,, asa tak seindah realita,,, namun keoptimisan yang mengemban diri Q bahwa "AKU PASTI BISA".

Jauh sebelum Q menginjak kelas XII (Kelas 3 SMA),, Q udah ukir mimpi indah untuk kemana Q akan bermusafir pendidikan 'n hal itu udah Q utarakan ke kedua orang tua Q. Berharap Q bisa menembus UMPTN di ITB or UGM. Namun sayang seribu kali sayang, kenyataan tax sepadan dengan impian namun tak juga putus harapan.

Ketika Q sampaikan keinginan Q untuk melanjutkan study ke ITB or UGM (Keinginan keras Q untuk menuju ITB), awalnya kedua orang tua Q sedikit cemas dan menyuruh Q untuk berpikir lebih matang untuk bisa menuju kesana. Karena yang terpintas dipikiran ortu adalah terlalu jauh untuk menempuh perjalanan kesana, kota besar yang sangat tajam dengan "metropolitan" nya. Walau ada keluarga disana tapi tetap aja keluarga Q cemas melepas anak gadis satu2nya (waktu itu,, hehehhe) kesana.

Selang cerita, terlalu indah impian yang Q angankan, semua tak seindah harapan. Ketika selesai UN, ortu menyampaikan hal yang membuat Q sangat2 bersedih. "Fer, maaf kayaknya kamu belum bisa kuliah tahun ini, masalah ekonomi keluarga kita sedang sangat terganggu. Bapak takut nanti terputus di tengah jalan. Bersabarlah... Jika ada rezeki,, kamu nanti pasti akan kuliah. Kamu cari aktifitas yang dapat membantu kamu untuk bisa kuliah juga." Itulah penggalan cerita Papaku kala itu. Q yang memiliki keinginan keras untuk bisa merasakan dunia perkuliahan sangat tidak terima ortu Q punya pemikiran atau menyampaikan hal itu di sela2 semangat Q yang sangat tinggi. Karena bagi Q dimana ada kemauan disana pasti ada jalan. Dengan nada sedih namun membandal Q bantah semuanya. "Ferri nggak mau tau Pa, Ferri yakin pasti bisa kuliah tahun ini. Ferri akan tetap berusaha untuk terus lanjutkan sekolah tahun ini juga, karena takut kalau ditunda untuk kerja nanti impian akan pudar. Fer punya keinginan keras, Insya Allah pasti ada jalan. Mungkin Fer nggak lagi bermimpi untuk bisa kuliah keluar Sumatera,, tapi Fer akan melanjutkan di salah satu Universitas Negeri  di Medan aja dulu. Fer akan coba ke Negeri dulu pak, mudah2an Allah beri kesempatan."

Menjelang Q tamat sekolah Papa ditugaskan ke Batam dari perusahaannya. Dengan modal percaya diri yang keras untuk bisa melanjutkan kuliah, Q berjuang sendiri mencari info bagaimana dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri. Q yang punya cita-cita menjadi seorang Guru, mendapat bimbingan dari Wali Kelas Q semasa kelas 3 SMA. Kebetulan beliau lulusan FKIP-UNIMED, dan beliau juga mengajar di PRIMAGAMA. Alhamdulillah diberi jalan oleh beliau untuk masuk ke UNIMED Q dianjurkan untuk kursus di PRIMAGAMA. Singkat cerita, Q kabarkan berita itu ke ortu Q dan Q sedang mempersiapkan untuk mengikuti kursus di PRIMAGAMA Ortu tetap mendukung semua keinginan Q untuk itu. Namun, ketika Q mau mendaftarkan ke PRIMAGAMA, satu berita pun datang menghampiri Q. Tak tau ini berita bahagia atau apa. Berita itu adalah: "Papa dari Batam menelepon Q dan mengabarkan bahwa Q bisa melanjutkan kuliah di Batam. Brosur kampus yang akan dituju akan segera Papa kirimkan".

Itulah kabarnya. Bahagia dengan kabar itu karena Alhamdulillah Q bisa melanjutkan kuliah tepat waktu dan menempuh kemandirian di luar kota. Karena jujur aja mustahil banget Q bisa pergi ke luar kota. untuk pergi ke Kota Medan pun jarang Q tempuh selain masa2 liburan, apalagi harus ke Luar Sumatera Utara ini. Hmmmm,,,,, hehhehe..... Namun, sedih juga harus jauh dari keluarga, terutama meninggalkan ibuku yang baru saja memiliki baby kecil (adikku). Selain itu meninggalkan sahabat2 tercinta dan kala itu Q masih memiliki seseorang yang mencintai & Q cinta selama 4,5 tahun. Huuhh,,, betapa berat.. tapi Q harus bertahan dan nuruti keinginan Q untuk bisa kuliah. Percaya semua 'kan indah pada waktunya.

Seiring berjalannya waktu, Q pun menerima kiriman Brosur kampus yang dikirim Papa untuk Q. tertulis jelas sebuah kampus di brosur itu yang Q sendiri tidak mengetahui latar belakang itu kampus. (Maklum,, belum begitu mengenal dunia maya, jadi nggak pernah kepikiran buat cari informasinya lewat internet... hehehhehe). Dan yang lebih parahnya jurusan yang Q tuju pun tak ada di kampus itu. Bingung harus bagaimana. Satu2nya hanya ortu Q teman berbagi utkpenyelesaian masalah pendidikan.

Tertulis jelas di brosur kampus itu Politeknik Batam (sekarang=Politeknik Negeri Batam) hanya ada 3 jurusan ditingkat Diploma 3 yaitu Teknik Informatika, Teknik elektronika dan Akuntansi. Tak ada yang bisa Q tuju sesuai plan Q ketika lulus. Q INGIN JADI GURU, so  Q harus ambil FKIP. Namun sayang, kenyataan tak seindah impian. Hanya ada mereka, Q berpikir sejenak, kalau AKUNTANSI  Q sama sekali nggak punya basic, karena Q lulusan jurusan IPA semasa SMA. Kalau TEKNIK ELEKTRONIKA jelas para cowok2 semua yang ada didalamnya (klasik banget ya pemikiran gue?? hahhaha.... Nggak taunya lumayan jugalah cewek2 Elektronika di Angkatan gue.. heheheheh). Finally, setelah berdiskusi dengan ortu terutama Papa Q, Q pun memutuskan mengambil jurusan TEKNIK INFORMATIKA. Kata Papa Q kan punya basic disitu karena udah sering ambil kursus komputer. Yo,, weslah,,, manut dese'  kambe ortu... ehhehehehe... Ridha ortu Insya Allah selalu penuh barokah 'n do'a. Amin.... ^_^

Formulir itu pun Q isi sesuai pengisiannya, kemudian Q kirim ke boz Papa yang akan kembali lagi ke Batam. Lagi..,,, lagi,,, Papa dan boznya yang mengurus semuanya di Batam, karena waktu itu Q masih di Medan. Merekalah yang mengurus pendaftaran Q di Batam. Sampai ujian masuk pun tiba. Dua minggu sebelum ujian datang, Papa kembali ke Medan untuk menjemput anaknya paling cantik ne untuk dimutasikan ke Batam (wkwkwkwkwk). Papa dirumah hanya sebentar, 'n akhirnya kami pun berangkat ke Batam.

Malam hari sebelum keberangkatan Q berpamitan dengan kawan2 'n sahabat2 terdekat Q dikampuang tercinto. Mereka sangat tidak menginginkan Q pergi sejauh ini. Persahabatan yang cukup komplit diantara kami. Sari teman seperjuangan Q mengasuh adik2 santri (malam terakhir Q wirid bersama mereka Q juga izin kepada adik2 Santri binaan Q dengan Sahabat Q Sari, kakak sukses disana dan jangan lupakan kami ya kk?? Itulah pesan salah satu adik Santri Q). Sari juga teman Perwiritan remaja Q. Kiki teman Perjalan jauh Q kalau wisata (ne orang demen banget klu diajak jalan2,, hehehe.....). Terlepas dari itu semua yang pasti kesedihan ada diantara kami. Rindu Kebersamaan akan Persabatan ini <3 <3 <3 ^_^

Hari H pun telah tiba................ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~>
Hal yang tak pernah terbayangkan sama sekali dalam hidup Q. Kesedihan menyelimuti keberangkatan Q 'n Papa. Mungkin Ibu sudah biasa ditinggal Papa karena Papa emang sudah sering bolak-balik keluar masuk Medan untuk urusan pekerjaan. Tapi, Q??? Baru kali ini akan terasa sangat jauh dengan jarak dari Ibu. Q emang sering bepergian jauh2 'n bahkan sampai menginap untuk urusan organisasi,, tapi beneran inilah yang sangat jauh 'n kepastian untuk sering ketemu Ibu dan keluarga atau PULKAM tidak pernah akan bisa dipastikan kapan. Q cuma bisa bilang ke Ibu, "Bu,, apa Fer beneran bisa betah tinggal disana???" Dengan nada sok menguatkan diri Ibu 'n meyakinkan Q Ibu berkata "baik-baik disana. Fokuskan apa yang menjadi tujuan. Ini kan semua keinginan Fer untuk bisa tetap sekolah. Satu pesan Ibu, jangan macam-macam disana, tetap hati-hati dan jangan pernah tinggalkan shalat untuk menjaga diri kita". Q cuma bisa berderai airmata :'(. ~~~~~~~~~~ dan kami pun berangkat dari rumah menuju Bandara dengan Taxi.

Sepanjang perjalanan,, Q hanya bisa terdiam sembari memikirkan keadaan yang bener2 dipisahkan oleh jarak yang jauh dari keluarga terutama Ibu dan adik kecil Q. Bakalan jarang buat ketemu karena bukan sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk biaya PP selama pulkam. Hmmmmm.... Entahlah... Q cuma bisa menguatkan diri AKU PASTI BISA.

Dalam lamunan Q pun, Papa sering mengusik,, "kenapa koq diam??? Pusing ya??? Mau mabuk???" (mabuk=mual dalam mobil perjalanan jauh, maklum dulu itu penyakit Q setiap perjalanan jauh. tapi nggak untuk sekarang. Kecuali kalau mau perjalanan jauh belum makan alias belum masukin nasi ke dalam perut,, atau ada bau2 yang aneh di dalam mobil,, mau dech ntu kambuh si mabuknya... ckckckckck). Jelas Q bilang: "nggak koq Pa..." Maklumlah perjalanan dari tempat tinggal Q ke Bandara sekitar 4.5 Jam (dekat banget ya?? Maklum Sumatera Utara itu bukan Provinsi kecil. hahahhahaha )

Singkat cerita,, kami pun telah tiba di Bandara Internasional Polonia, Medan. Untuk kali pertamanya Q naik pesawat ne. Grogi ataupun degdegan nggak ada sih,, cuma masih bingung z,,, (belagak culun W... hahahha....) Kalau Papa sih gampang,, karena udah di check in kan dengan orang boz Papa di Bandara. Tinggal masuk z. Akhirnya,, tibalah kami di Ruang Tunggu. Papa ngeledekin Q lagi "takut nggak ntr naik pesawat??" Papa sambil ngelawak nyeritain orang dulu ketika satu maskapai dengan beliau,, agak aneh sih + lucu juga. Q pun jawab dengan spontan""nggak lah,, ngapain harus takut. kalau ntar nervous,, tiduran z,, biar tiba2 udah nyampe Batam. Hahahahhha"

Pemanggilan jadwal penerbangan kami pun tiba. Q dan Papa pun langsung menuju ke pesawat. Selang beberapa menit, pesawat kami pun berangkat. Ternyata,, naik pesawat tidak sepanik yang Q pikirkan. Biasa aja pun (Belagak kali Q ne ya?? hahahahah) Tapi iya koq, nggak ada sepanik yang Q pikirkan. Rasanya sama aja kayak naik kereta api. Q pun sampai tertidur pulas disana. Hampir landing di Batam Q pun terbangun. Dan selang beberapa waktu kami pun tiba di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Alhamdulillah..... *_*

Alhamdulillah telah tiba disini. Selanjutnya,, tinggal perjalanan dari Bandara ke rumah z. Kami pun dijemput oleh supir boz Papa. Pertengah jalan beli makan untuk makan siang. 'n langsung menuju ke rumah.

BUNDA....................... INILAH BATAM................ FER SUDAH TIBA DISINI....... DAN AKAN MEMULAI PERJUANGAN ITU.................. BISMILLAH........................... ^_^ *_* ^_^ *_* ^_^ *_*