Senin, 11 Juni 2012

Menempuh Pendidikan S3 Q

Mulai cerita kembali.....

Q yang hidup dari keluarga sederhana tidak pernah takut untuk bermimpi setinggi-tingginya. Karena menurut prinsip Q hidup akan tetap berjalan berwujud dengan mimpi itu selama usaha juga mampu menyeimbanginya. Itulah yang membuat Q tidak pernah takut untuk bermimpi tinggi dengan cita-cita Q. Apa pun hasilnya tetap harus mampu dimaknai 'n dihargai,, tidak perlu disesali ataupun ditangisi,,, karena inilah HIDUP... Tak selamanya berjalan mengalir bak air,, namun tak pula beku seperti batu...
(Hehhehe... Sok ngerti yaa Q ne...)

Q mulai pendidikan dari tingkat SD. Tidak pernah merasai dunia pendidikan di tingkat PlayGroup atau TK. Tapi itu semua tidak pernah mengurangi kreatifitas Q di dunia anak-anak. Hehehhe
Q sekolah di tingkat Ibtidaiyah ( sebut saja MIS. ISLAMIYAH). Sekolah dasar di Kabupaten Asahan-SUMUT yang tidak jauh dari tempat tinggal Q. Berangkat selalu diantar jemput ibu dengan sepeda kecilnya (Memiliki sepeda disana dulu udah anugerah yang luar biasa).

Seiring waktu berjalan, cobaan tak ingin jauh dari hidup Q. Tepat Q duduk di kelas 2 SD musibah menimpa Q dengan Q ditabrak sebuah truk tanki yang membawa minyak. Berawal dari pulang sekolah Q bersama teman akrab Q "Fadli". Dia anak guru ngaji Q. Kami emang selalu pulang bersama kalau ibu nggak jemput. Singkat cerita, ketika di depan sekolah ingin menyebrang jalan, Q lihat di arah kanan tidak ada kendaraan, namun sayang arah kiri Q tak perhatikan. Karena Q lihat Fadli sudah menyeberang 'n Q pun ikut dia menyeberang. Tapi, tak begitu memperhatikan jalan, dari arah kiri ada truk tanki yang melintas. Fadli yang dibelakangku sempat mundur balik ke belakang tapi Q tak mampu. 'n musibah itu terjadi. Q berada di bawah kolong tanki. Semua pasti khawatir 'n suasana ramai. Q pun dilarikan ke RS terdekat. Beberapa hari dirawat, dan setelah dilakukan ronsen, alhamdulillah tidak ada hal yang serius terjadi pada Q walaupun dipergelangan tangan Q masih membekas cap lika liku ban truk itu. (Hal itu yang membuat ortu sangat takut sekali terjadi hal yang serius dengan Q). Ending cerita Q mampu menyelesaikan pendidikan SD Q dengan tepat waktu. Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin.....

Tak begitu susah untuk melanjutkan ke pendidikan selanjutnya. Ortu berharap Q tetap melanjutkan sekolah di yayasan yang sama dengan SD Q. Tapi Q memaksa ortu untuk Q bisa  masuk ke Sekolah Negeri. Awalnya ortu keberatan karena Sekolah Negeri yang Q tuju agak jauh dari rumah. Harus naik angkot yang membuat ortu merasa cemas. Tapi,, setelah mendengar curhat Q, ortu memperbolehkan Q mencoba masuk ke Sekolah Negeri. 'n Q coba. Dulu mau masuk ke Sekolah Negeri memiliki nilai minimal untuk masuk Sekolah Negeri yang diambil dari NEM (Nilai Ebtanas Murni). Nasib mujur tidak berpihak di Q. NEM Q tidak mampu menembus Sekolah Negeri yang Q tuju. Hanya kurang 0,4 saja. Miriiisss sekali... Hiks.. :'(
Alhasil,,  Q harus kembali ke sekolah yang diinginkan ortu dari awal. 'n dengan berat hati Q harus membayar biaya pendaftaran seperti siswa lain. (Seharusnya nggak jika Q ketika lulus dari SD langsung melanjutkan disana. Tapi karena Q mencoba ingin mendaftar ke sekolah lain yaa,,, harus bayar dah... HJahahahah... Hiks.. :'( ). Pendidikan di tingkat ini pun Q mampu capai dengan target tepat waktu walau banyak cobaan juga dari internal pribadi 'n keluarga. Salah satunya, ketika kelas 1 semester akhir itu adalah pertama kali Q mendapatkan peringkat 1. Senaaaangggg bangeettt,,, tapi Q tidak bisa menikmatinya dengan hati gembira bersama keluarga karena papa Q saat itu sedang dirawat di RS karena lagi dioperasi matanya. 'n kesehatan Q  pun tidak begitu pulih karena pada hari itu penyakit cacar menyerang Q. Ibu tidak mengijinkan Q pergi ke sekolah (karena kalau penyakit cacar itu katanya tidak boleh banyak kena angin atau air). Nah,, pada hari itu hujan. Tapi, Q nekat tetap untuk berangkat ke sekolah. Wali kelas Q pun aneh melihat ekspresi Q yang beliau pikir Q nggak bahagia mendapatkan peringkat ini. tapi Q juga bingung ingin mengekspresikan kebahagaiian betapa gembiranya Q mendapatkan peringkat itu dengan melihat keadaan Q yang begitu lemah 'n memikirkan keadaan Papa Q. Hmmmm.....
Tetap syukur alhamdulillah  mengecap semuanya...

Masa SMP pun telah berlalu. 'n Q ingin melangkah ke Putih Abu-Abu. Hehhehh....
Sedikit berat dengan situasi disini,,, karena Papa harus merantau ke Negeri Jiran melanjutkan kerja disana. Sementara jauh2 hari Q udah sampaikan bahwa ketika Q lulus nanti Q ingin merantau ke Kota Medan melanjutkan SMA disana. 'n ortu udah sepakat mengizinkan Q, karena Q emang pengen belajar hidup mandiri jauh dari ortu 'n ortu emang pengen mengajarkan itu pada anak2nya. Tapi,, karena tiba2 keadaan perekonomian perusahaan Papa kerja yang tidak stabil 'n Papa harus berangkat ke Malaysia, Q tidak diizinkan hijrah ke Kota Medan karena ibu akan sendiri di rumah (karena kemaren tidak pernah menduga akan punya adik baru, jadi nggak tega ibu tinggal sendiri dengan adik cowok yang sering main keluar). Yaaa,,, mau nggak mau Q lanjutkan sekolah Q di yayasan yang sama (So, 12 tahun Q di Yayasan Perguruan Islamiyah Hessa Air Genting,, **MIS **MTs 'n **MAS --Pada tau kan kepanjangannya???--hehehehhe)
Aktifitas belajar mengajar pun Q lalui dengan baik. Walau sejak Q SMA, Q tidak lagi seenak seperti masa2 sebelumnya. Terlepas kondisi perekonomian keluarga juga yang mungkin emang harus tersadari *Tak selamanya sesuatu itu berada di atas atau bahkan di bawah*
'n banyak pelajaran kemandirian yang Q pelajari ketika semua ini ada di pihak keluarga Q. Sakit tapi berharga, mungkin begitu Q memaknainya. SMA menjadi ajang kebut2an prestasi untuk Q. Dalam benak Q, sangat Q benci diri Q jika Q tidak mampu menyabet peringkat 3 besar. Alhamdulillah,, pola belajar yang Q atur sebaik mungkin dari sebelumnya 'n dukungan keluarga yang selalu mengingatkan 'n membantu Q dalam pendidikan Q di SMA Q selalu meraih peringkat 2 dalam waktu 3 tahun 'n 6 semester. Tidak pernah turun dari peringkat 2, namun pernah 1 semester Q naik di perigkat 1. Hanya Q 'n teman Q Azhar Azmi yang kami selalu punya peredaran rebut2an peringakat di 1 atau 2. Hahahahahah.... (Seru persaingan belajar itu membuat Q tetap selalu ingin belajar keras... Hehheheh)

Hari berlalu... Waktu pun berjalan.... Tak tersadari Q mulai remaja... Pendidikan tersadari sudah tertunaikan 12 tahun. Syukur Alhamdulillah yang mampu terluahkan. Semua tertunaikan tepat waktu 'n mampu meraih minimal sekolah yang diharapkan ortu Q.


Tapi,, disela2 sekolah,, Q tidak hanya fokus di dalam dunia belajar mengajar saja. Karena Q sangat suka berorganisasi sejak Q SD di kelas 6 sampai selesai SMA, Q mengikuti kegiatan Ex School yaitu PRAMUKA 'n kegiatan tertinggi yang bertahap Q mampu ikuti dengan baik 'n Q Alhamdulillah mampu menyelesaikan sampai ke tingkat Penegak. Kegiatan bertahap yang penuh perjuangan dan persaingan ketat yang Q mampu jalani dengan baik adalah RAIRAN (Raimuna Ranting=tingkat Kecamatan-Air Batu), RAICAB (Raimuna Cabang=tingkat Kabupaten-Asahan) dan RAIDA (Raimuna Daerah=tingkat Provinsi-Sumatera Utara)  (RAIMUNA=*pertemuan pramuka tingkat penegak *).

Sebenarnya ada 1 tahap lagi yaitu RAINAS (Raimuna Nasional=tingkat Nasional-Indonesia). 'n jika Q berjuang ada kemungkinan kesempatan bisa berangkat mengikutinya. Pelaksanaanya di Cibubur, Jawa Barat. Tapi sayang seribu kali sayang, kala itu selesai mengikuti RAIDA, Ujian Nasional (UN) telah menanti di depan mata. 'n tentu pihak sekolah tidak mengizinkan murid tingkat akhir untuk mengikuti Ex School lagi. 'n Q putuskan untuk fokus menghadapi UN. Mungkin cukup banyak rintangan, hambatan bahkan tantangan di tingkat daerah aja yang Q hadapi (apalagi kalau tingkat nasional yaaa???). Keseruan punya banyak teman dari kabupaten2 yang lain. Yang tak kalah seru tentu ilmu juga jadi banyak share dengan kawan2. Mungkin itu udah lebih dari cukup. Selebihnya, mungkin harus terhenti karena UN lebih penting menurut Q.

Selain Pramuka, Q juga aktif di Kelompok DrumBand di Sekolah. Mulai pertama ada DrumBand di sekolah Q duduk dikelas 2 SMA (Kalau Q nggak salah yaa.. heheheh). Prestasi di DrumBand paling yaaachh kalau tampil di Upacara Kecamatan kalau Hari Kemerdekaan. Heheheheh...


Inilah cerita indah semasa sekolah menempuh S3 selama 12 tahun. Bukan untuk mengejar gelar para jabater (singkatan jadul ne....) tapi demi realisasi pendidikan seutuhnya SD, SMP dan SMA. Hahahhaha....

Untuk menuju step selanjutnya nanti akan kita sambung di session judul selanjutnya yaa....

Wait it.... :) :) :)