Keluarga Q merupakan keluarga yang sederhana. Hidup kami biasa-biasa saja. Tidak berlebihan namun juga tak kekurangan. Setiap rezeki yang menghampiri, selalu kami syukuri. Itu pelajaran yang selalu disampaikan oleh Ayah Q untuk anak-anaknya. Pesan orang tua Q yang selalu Q ingat untuk anak-anaknya adalah "Janganlah menjadi orang yang berlebihan, karena ketika kekurangan menghampiri maka kerisauan akan datang menjangkiti kehidupan. Maka belajarlah menjadi orang kekurangan, sehingga ketika kelebihan menghampiri tidak risau menghadapi hidup". Itulah Ayah Q. Penuh kesederhanaan dan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya.
Q adalah anak ke dua dari empat bersaudara. satu-satunya yang sekarang sedang dalam masa pendidikan hanya Q. Sekarang Q sedang menempuh program D3 (Diploma 3) jurusan Teknik Informatika di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Batam, Politeknik Negeri Batam (Awal Q masuk, Politeknik ini masih swasta *Politeknik Batam*, namun Alhamdulillah tahun 2010 Politeknik sudah negeri dan berganti menjadi *Politeknik Negeri Batam*).
Q adalah anak ke dua dari empat bersaudara. satu-satunya yang sekarang sedang dalam masa pendidikan hanya Q. Sekarang Q sedang menempuh program D3 (Diploma 3) jurusan Teknik Informatika di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Batam, Politeknik Negeri Batam (Awal Q masuk, Politeknik ini masih swasta *Politeknik Batam*, namun Alhamdulillah tahun 2010 Politeknik sudah negeri dan berganti menjadi *Politeknik Negeri Batam*).
Abang Q sulung (anak pertama), yang diharapkan keluarga Q dapat menjadi panutan untuk adik-adiknya justru faktanya jauh dari harapan. Dia sangat bandal. Hmm,,,, banyak sekali kebandalan yang telah dibuat. Kata orang: "maklumlah, anak cowok". Dia hanya mampu melanjutkan pendidikan sampe SMP saja. Orang tua Q mampu untuk melanjutkan sekolahnya, hanya saja dia yang tidak mau untuk melanjutkan studinya. Karena harapan orang tua Q, terutama Ayah Q sangat berharap dia dapat melanjutkna pendidikan setinggi-tingginya, y.. selain karena dia anak sulung, dia juga laki-laki yang seyogyanya imam untuk keluarga dan ahli waris untuk adik-adiknya.(*Anak laki-laki dalam Islam itu merupakan ahli waris utama, bukan hanya dalam harta tetapi lebih kepada pengganti sang Ayah jika sudah tidak ada, seperti menikahkan adik perempuannya, dll.. Afwan jika pemahaman saya salah atau keliru atau kurang tepat, mohon diluruskan,, tafaddhol..*)
Singkat cerita, lepas dari SMP, abang Q pun mulai menapaki hidupnya sendiri, mencoba menjadi pribadi yang mandiri. Namun sayang, pergaulan disekitarnya membuat dia salah langkah dan hal itu membuat orang tua Q marah dan kesal. Akhirnya, orang tua Q memberi dia modal untuk berjualan kecil-kecilan, namun tidak bertahan lama. Pada akhirnya tepat usia 21 tahun dia memutuskan untuk menikah dengan seorang gadis pilihannya. Mau tidak mau orang tua Q pun bersedia melamarkan gadis pilihannya.
Q sebagai anak kedua pun selalu berpikir realistis untuk menjadi kebanggan keluarga. Q berusaha selalu mengedepankan pendidikan setinggi-tingginya selama Q mau dan mampu, walaupun orang tua Q tidak mampu. Karena bagi Q "Dimana ada niat, pastilah ada jalan". Hanya itu inspirasi yang menjadi semangat keseharian Q dalam mewujudkan mimpi-mimpi Q. "tidak ada yang tidak mungkin selama nyawa masih di badan dan masih mau berusaha", Insya Allah,, berbekal Yakin Usaha Sampai semua akan ada jalannya. Itulah Q...
Adik Q sendiri Ricky, hanya mampu menamatkan studinya sampai SMA. Q dan dia hanya selisih satu tahun saja. Dia sudah lulus 2 tahun yang lalu dari salah satu sekolah kejuruan yang ada di sekitar kabupaten tempat tinggal Q. Sama halnya seperti abang Q, orang tua Q pun berharap dia dapat melanjutkan sekolahnya, namun tidak ada kemauan darinya. Orang tua Q pun berpikir "dari pada dipaksa dan uang terbuang percuma,, y sudahlah harus mengikuti kemauan anak lagi". Dan akhirnya dia bekerja di salah satu perusahaan swasta tempat Ayah Q dulu bekerja. dan Alhamdulillah sampai sekarang dia masih bertahan disana.
Adik Q yang bungsu (paling kecil) sangat jauh usianya dari kami. Dia sekarang baru menginjak usia empat tahun. Kami sekeluarga tidak pernah menyangka kalau akan ada si kecil lagi di rumah Q. Q dan adik Q Ricky, tidak keberatan sama sekali ketika mendengar kalau Ibu Q sedang mengandung lagi di usia kami yang sudah terbilang dewasa. Justru malah sebaliknya, kami sangat senang sekali. Karena ketika kami sudah dewasa seperti ini yang sudah mulai berpikir tentang jalan terbaik kami, masih ada si kecil yang dapat menemani Ibu di rumah. Ya,, setidaknya untuk teman cerita Ibu di rumah lah. Karena Bapak tugas di Batam bersama Q yang sedang kuliah, adik Q Ricky sudah bekerja (tidak banyak waktu di rumah), seangkan abang Q sudah bersama keluarga kecilnya merantau di Tanah Karo (Kebun Kelapa/Asahan - Tanah Karo lebih kurang 4 jam ditempuh dengan kendaraan umum). Si bungsu sekarang sedang lucu-lucunya dan Alhamdulillah kebijakan-kebijakan selalu keluar dari setiap tingkahnya. Aktifitasnya sekarang hanya sekolah Play Group dan mengaji saja.
Y,, inilah Q bersama keluarga Q. Kesederhaan tak menjadi halangan untuk berpotensi dalam segala hal. Hidup bak air, biarkan mengalir dan selalu menjadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.
--Semoga bermanfaat--
Q sebagai anak kedua pun selalu berpikir realistis untuk menjadi kebanggan keluarga. Q berusaha selalu mengedepankan pendidikan setinggi-tingginya selama Q mau dan mampu, walaupun orang tua Q tidak mampu. Karena bagi Q "Dimana ada niat, pastilah ada jalan". Hanya itu inspirasi yang menjadi semangat keseharian Q dalam mewujudkan mimpi-mimpi Q. "tidak ada yang tidak mungkin selama nyawa masih di badan dan masih mau berusaha", Insya Allah,, berbekal Yakin Usaha Sampai semua akan ada jalannya. Itulah Q...
Adik Q sendiri Ricky, hanya mampu menamatkan studinya sampai SMA. Q dan dia hanya selisih satu tahun saja. Dia sudah lulus 2 tahun yang lalu dari salah satu sekolah kejuruan yang ada di sekitar kabupaten tempat tinggal Q. Sama halnya seperti abang Q, orang tua Q pun berharap dia dapat melanjutkan sekolahnya, namun tidak ada kemauan darinya. Orang tua Q pun berpikir "dari pada dipaksa dan uang terbuang percuma,, y sudahlah harus mengikuti kemauan anak lagi". Dan akhirnya dia bekerja di salah satu perusahaan swasta tempat Ayah Q dulu bekerja. dan Alhamdulillah sampai sekarang dia masih bertahan disana.
Adik Q yang bungsu (paling kecil) sangat jauh usianya dari kami. Dia sekarang baru menginjak usia empat tahun. Kami sekeluarga tidak pernah menyangka kalau akan ada si kecil lagi di rumah Q. Q dan adik Q Ricky, tidak keberatan sama sekali ketika mendengar kalau Ibu Q sedang mengandung lagi di usia kami yang sudah terbilang dewasa. Justru malah sebaliknya, kami sangat senang sekali. Karena ketika kami sudah dewasa seperti ini yang sudah mulai berpikir tentang jalan terbaik kami, masih ada si kecil yang dapat menemani Ibu di rumah. Ya,, setidaknya untuk teman cerita Ibu di rumah lah. Karena Bapak tugas di Batam bersama Q yang sedang kuliah, adik Q Ricky sudah bekerja (tidak banyak waktu di rumah), seangkan abang Q sudah bersama keluarga kecilnya merantau di Tanah Karo (Kebun Kelapa/Asahan - Tanah Karo lebih kurang 4 jam ditempuh dengan kendaraan umum). Si bungsu sekarang sedang lucu-lucunya dan Alhamdulillah kebijakan-kebijakan selalu keluar dari setiap tingkahnya. Aktifitasnya sekarang hanya sekolah Play Group dan mengaji saja.
Y,, inilah Q bersama keluarga Q. Kesederhaan tak menjadi halangan untuk berpotensi dalam segala hal. Hidup bak air, biarkan mengalir dan selalu menjadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.
--Semoga bermanfaat--
