Sabtu, 20 April 2013

GERBANG KEMANDIRIAN




Disinilah Q tempuh masa kuliah itu...
Q ukir cita...
Q dampingkan dengan cinta kedua orang tua Q...
Bersyukur karena mereka masih bisa mendampingi masa belajar Q...
Kan Q tuaikan masa dimana Q bisa selesaikan dengan tepat waktu....
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM.....

Q langkahkan kaki & Q sadarkan diri Q bahwa Q sekarang sudah MAHASISWA, yang tentunya lebih bijak bertindak & bersikap...
Q PASTI BISA!!!!



Sebait kata motivasi di atas Q jadikan pegangan menjalani hari baru dengan status baru di kota ini.

Daftar ulang telah usai, dan kini Q memasuki dunia kampus untuk pertama kalinya. Senang, takut, bahagia, cemas, semua perasaan yang sulit untuk diungkapkan. Bahwa sekarang Q punya tantangan baru dengan status MAHASISWA (kaum intelektual yang memiliki janji Tri Dharma Perguruan Tinggi >> 1. Pendidikan & Pengajaran >> 2. Penelitian & Pengembangan >> 3. Pengabdian pada Masyarakat).

Membaca Tri Dharma Perguruan Tinggi itu saja udah sangat membuat Q berat mengucapkannya. Apalagi melakoninya. Tentulah, itu peran Q & kami (MAHASISWA) sekarang. Tidak ada yang berat jika dilakoni, namun yang menjadi kendala adalah pertanggungjawaban dari lakon tersebut.

Point 1 & 2 dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi itu mungkin juga telah Q temui di masa2 sekolah selama 12 tahun. Tapi yang terberat adalah tentulah point 3 "Pengabdian pada Masyarakat". Masa2 sekolah yang identik apatis (memikirkan diri sendiri), hura2, masih berpikir hidup mengalir saja, nah lho,, sekarang disuruh melakoni pengabdian pada masyarakat. Boro2 melakoni atau bahkan sampai harus mengabdi, memikirkan kepentingan masyarakat saja masih setengah hati. Boro2 juga memikirkan  itu (kepentingan masyarakat), untuk terlalu berat memikirkan masalah atau kepentingan keluarga saja acuh.

Itulah pemikiran klasik yang sempat berguncang & bergejolak di gerbang kemahasiswaan Q. Logika mengatakan mana mungkin Q mampu, tapi hati berkehendak mencoba (tantangan itu sesuatu ya, itulah untuk Q yang memang sangat doyan dengan dunia sosial, berorganisasi tentu wadahnya). Sudah Q mulai dunia organisasi sejak SD, dan Q tetap ingin melanjutkan hingga kini, ketika Q masih bisa merasakan dunia pendidikan di Perguruan Tinggi.

Masa OSPEK (Orientasi Pengenalan Kampus) yang kala itu kakak2 senior menyebutnya dengan MOM (Masa Orientasi Mahasiswa) telah tiba. Hampir 1 minggu menjalani OSPEK yang sangat luar biasa gilanya. Benar2 masa orientasi yang SUPER GALAU ne  selama ada di dunia pendidikan (Gimana enggak gue bilang kayak gitu, ntu OSPEK melebihi OSPEKnya militer lah kayaknya... hehehhe.... Lebaaiii gitu gue ngomongnya ye... ckckkckck :D). Ya,, OSPEK dilaksanakan hampir 1 minggu, terdiri dari kegiatan perkenalan kampus seperti manajemen dan konsep pembelajaran di kampus, kegiatan kemahasiswaan seperti semua organisasi2 yang ada dikampus, dan tentunya SESUATU yang tidak pernah hilang dari kata ajang OSPEK yaitu PERKENALAN SENIORITAS (ntu sih bahasa kasarnya, kalau bahasa halusnya PEMBANTAIAN,, hahahhaha....).

Dari semua kegiatan itu, hanya satu yang cukup begitu menarik, yaitu perkenalan organisasi2 intern yang ada di kampus. Q benar2 sangat tertarik ketika ajang perkenalan organisasi2 yang ada di kampus ini. Banyak banget, rasanya ingin masuk ke semua organisasi itu, tapi apa bisa ngatur waktunya ya??
Diantara organisasi yang Q minati yaitu:
1. BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yaitu organisasi tertinggi (eksekutif) di kampus yang memotori organisasi2 lainnya.

2. IMMPB (Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Batam) adalah sebuah organisasi keagamaan terutama untuk mahasiswa yang beragama Islam yang ada di kampus.

3. K-PAL (Komunitas Pecinta Alam) adalah organisasi kampus yang bergerak di bidang lingkungan alam.

4. KUAS (Kumpulan Anak Seni) adalah organisasi yang bergerak di bidang seni dan budaya.

5. HMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika) yaitu oraganisasi jurusan yang ada di kampus.

Alasan memilih semua itu ya, karena Q merasa punya bakat untuk bisa berpartisipasi disana. BEM Q ingin karena itu merupakan organisasi tertinggi kampus yang memotori beberapa organisasi yang ada di kampus. IMMPB, ya karena Q seorang akhwat muslim yang mesti harus ikut, lumayan nerusin pengajian2 yang pernah Q lakoni ketika dikampung halaman tercinta. K-PAL nerusin perjuangan ketika dulu sering ikut kegiatan kepramukaan. KUAS, ada bakat sedikit kalau disuruh baca puisi atau saritilawah. Pengen galih potensi lagi aja. Kalau HMTI mah wajib, karena Q kan jurusan Teknik Informatika, jadi secara tidak langsung memang sudah masuk di organisasi itu.

Pada saat OSPEK, panitia (senior) menjadwalkan MABA (Mahasiswa Baru) untuk sudah hadir di kampus pada pukul 03.00 (gilaaa,, kurang pagi ntu om,, tante.. ckkckckck) dengan membawa perlengkapan2 yang sudah mereka suruh ntu, seperti topi toga yang dibuat dari karton (menandakan seorang mahasiswa yang jika lulus pasti memakai topi toga), name tag dengan simbol angka 9 (karena kami angkatan ke 9) yang berisi nama & 3 foto kami sendiri (foto jadul, foto narsis & foto idola). Waktu itu untuk foto jadul Q robek foto hitam putih di raport SD Q (hahahahha) dan untuk foto idola Q pampang foto My Hero 'Papa' Q. Selain itu memakai seragam putih putih. Pakai lilitan rok dan ikat pinggang yang dibuat dari tali rafia. Wah gembel betul kala itu rasanya. Berbicara atribut perlengkapan OSPEK banyak maunya lah panitia ntu. Cukup menguras tenaga, biaya dan tentu waktu untuk mempersiapkanya. Q yang baru hidup di Batam pun nggak tau harus cari kemana. Tanya papa pun tak tau, ya karena papa disini juga nggak pernah kemana2. Cuma kerja aja tau papa ntu, Hmmmmmm......

Selama 1 minggu berangkat jam 3 pagi pulang nyampe di rumah jam 7 malam. Waktu itu papa belum punya kendaraan di Batam, jadi setiap pagi papa antar Q ke depan gerbang untuk naik ojek (angkot mana ada jam 3 pagi... hadeeehhh... X_X). Papa khawatir sangat pertama kali hari OSPEK itu, karena harus berangkat jam 3 pagi dengan ojek lagi. Malah Q nya nggak boleh bawa HP lagi sama Senior. Bingung juga kan?? Tapi mau nggak mau, khawatir nggak khawatir papa seakan tegar merelakan Q pergi dalam kekhawatirannya. Dan Q pun berani nggak berani mau nggak mau harus nekat. Cara menutupinya, berlagak jadi orang sombong yang harus ngesok udah kenal wilayah Batam dan tentunya udah pura2 lama tinggal disini (heheheheh... Padahal pucat juga ntu wajah kalau mau berangkat. Hmmmm....). Papa selalu bilang kalau pulang nggak usah naik angkot dulu, karena selain turunnya jauh, kamu juga masih baru di Batam. Jadi kalau pulang dari kampus Q naik ojek lagi (maklumlah, angkot nggak tau harus naik yang mana, papa pun nggak tau. Taxi jelas mahal. Gue bukan orang kaya atau mau belagak kaya datang kesini. heheheh.. So,, ngojek aja lah). Jadi, pulang pergi dari dan ke kampus Q selama masih baru ini naik ojek. Cukup lumayan jugalah biaya, tapi menjaga keamanan sesaat.

Pada masa OSPEK banyak cerita sakit, sedih, seru dan bahagia (S3B) tentunya. Rangkaian cerita yang kala itu Q rasakan memiliki dunia baru dalam kemandirian. Inilah cerita semua RASA itu ...............................................................................................................................

SAKIT.....................................................................................................................
Q yang baru berada di kota ini mana Q tau toko buku, mall dan tempat2 tertentu dimana. Sakit rasanya karena papa juga nggak tau. Sementara waktu itu banyak bener peralatan OSPEK yang aneh2. Suruh beli kaus kaki bola lah yang warnanya sesuai warna jurusan, kaus putih oblong yang longgar lah, sandal jepit sesuai warna jurusan lah, banyak macam lah. Belum lagi perlengkapan OSPEK yang lain yang setiap harinya selalu dirusak sama senior ketika pengecekan atribut ketika mau pulang di gerbang kampus. Aneh kan??? Kalau pagi cek atribut, kalau nggak ada atau nggak lengkap kena lagi ntu hukuman. Eh,,, udah coba dilengkapi,, pulangnya malah seenaknya mereka rusak. Benar2 aneh,, tidak merasakan SAKIT & SUSAH yang kami derita. (Kala itu Q berpikirnya, mereka para senior orang kaya semua apa ya?? Koq tega2nya kayak gini? Menyiapkan itu semua butuh biaya yang lebih. Teringat bantuan papa dan ibu yang sangat susah payah untuk bisa Q menginjak perguruan tinggi. Entahlah... Sedih banget hidup Q rasanya...)

Pergi jam 3 pagi, sampai di rumah jam 7 malam. Berbenah diri alias bersih2 diri (maklum, muka udah blepotan z sama lipstik2 coretan Senior terhormat, pakaian juga ntah udah bau apa rasanya kalau udah ke outdoor). Pulang2 sama papa harus keluar cari makan malam lagi. Seminggu OSPEK, sumpah nggak demen sama makanan apa pun Q. Berat badan pun drastis turun. Papa aja ngelihat Q bawaannya mau marah karena susah diatur makan. Sakit magh kambuh pun Q belagak cuek sok sehat di depan papa. Setiap malam keluar cari makan dekat rumah dan sekalian cari perlengkapan atribut buat OSPEK. Sampai lagi di rumah sekitar jam 10. Mulailah merangkai semua atribut OSPEK dibantu sama papa. Sempat sakit kepala + menahan tangis di dalam hati "Papa, maafkan Q, untuk urusan seperti ini masih merepotkan papa. Seharusnya papa udah istirahat karna papa harus bekerja besok dan pekerjaan papa sangat berat dari ini". Sempat Q sampaikan itu ke papa untuk istirahat saja, biar Q yang mengerjakan sendiri. Tapi papa bilang "udah, nggak apa2, biar cepat selesai, biar kamu juga cepat istirahat." Dalam hati tersentak "Subhanallah,, papa luar biasa untuk semua ini, terimakasih telah memberi sosok papa seperti dia Rabbi... #Sambil menahan airmata merasakan semua ini". Papa bela2in bantuin Q karena udah melihat Q dihari pertama sampai tidak ada waktu tidur sedikitpun seharian itu dan papa melihat wajah Q pucat, makanya papa bela2in juga untuk bantu Q, karena memang susah buat atributnya dan banyak. Hari2 OSPEK hanya punya waktu istirahat 1 jam, itupun udah lama banget kayaknya. Jam istirahat papa pun terganggu, jam 1 baru selesai menyelesaikan semua perlengkapan jam 02:30 harus mengantar Q ke depan gerbang. Kalau sempat bisa tertidur sambil menanti adzan subuh itulah tambahan istirahat papa. Ya Allah,, begitukah Q menyiksa waktu istirahat papa. Karena cuma papa yang Q punya disini :'(.
Mau kemana2 cari perlengkapan susah, selain karena nggak tau tempatnya, juga tidak ada kendaraan yang bisa cepat seperti motor. Punya teman baru juga rata2 ngekost. Waw, hebohnya kesabaran yang Allah titipkan ke Q dan keluarga Q.

SAKIT yang terasa bukan hanya di fisik karena pagelaran OSPEK, tapi batin, hati dan perasaan memikirkan orang tua terutama papa yang udah Q sibukkan dengan semua yang Q butuhkan disini. Bingung harus bagaimana, karena bertindak sendiri Q belum kenal wilayah ini. Tak izin papa pun, dia pasti akan marah karena dia tahu Q masih meraba disini.
Itulah sakitnya merantau, MUNGKINKAH..........???

SEDIH...................................................................................................................
Karena sakit di atas, tentulah muncul kesedihan itu. Tapi bukan hanya itu. Q adalah seorang cewek yang selalu bermain dengan perasaan dalam hal perjuangan. 

Keluarga, terutama papa dan ibu memang tau Q adalah putri mereka yang demen sama dunia PERTUALANGAN. Pertama kali berpetualang lewat dunia kepramukaan. Selalu Q mengikuti dunia kemah. Q nggak pernah takut. Tapi, waktu itu pertama kali perkemahan Q, papa dan ibu sangat mengkhawatirkan Q untuk berangkat. Tapi Q yakinkan Q bisa. Mereka berani melepas Q berpetualang bersama kekhawatiran mereka. Selalu Q ikuti setiap kegiatan. Jauh dan membutuhkan pisah jarak dengan mereka beberapa hari, tapi memang semua masih terjangkau untuk mereka jenguk Q atau tidak pernah Q pergi ke luar kota. Dan Q pun sangat tegar. Tidak ada yang sangat mengganggu perasaan Q untuk ke keluarga. Tapi disini, Q nggak sekuat itu. Papa yang tinggal bersama Q saja sangat menjadi bahan tangisan kesedihan Q ketika merenungi semua perjalanan ini. Melihat papa yang tak kenal lelah membantu Q disini. Apalagi ibu yang benar2 jauh disana yang selama hampir 1 minggu lebih Q tak pernah dengar suaranya, tak pernah terima telphon atau telphon ibu karena memang tidak ada waktu untuk bersantai. Komunikasi perasaan saja Q dengan ibu selama masa2 OSPEK ini. Hanya bisa menangis menahan rindu sapaan ibu dan adik kecilku disana.

Kala itu OSPEK hampir selesai, dan materi tentang intropeksi pengenalan diri. Materi yang berisi tentang muhasabah diri untuk merenungkan siapa kita dan untuk apa serta untuk siapa kita ada di dunia ini. Materi yang benar2 menyiksa perasaan Q menahan rindu pada ibu yang hampir 1 minggu tidak ada saling sapa via telphon. Apalagi ketika renungan itu ditujukan untuk orang yang tercinta dalam hidup ini, jelas sosok papa dan ibu yang menjadi tujuan Q. Sampai disinggung dalam renungan itu "Coba bayangkan jika orang tercintamu sudah tidak bisa menyapamu lagi, mengingatkan bahkan harus marah.......................................". Penggalan kalimat yang Q kutip sangat benar2 mengiris betapa Q sangat rindu ibu, Meracuni pikiran Q jika sewaktu2 takdir Allah mengambil ibu di tengah kesibukan Q begini, Q masih ingin ibu marah pada Q karena itu ukiran cinta terhebatnya menata kesuksesan buah hatinya. Tiada kata dalam tangisan hati penuh DO'A dalam CINTA "Rabbi, titip rindu buat ibu, Q masih ingin dengar marah ibu, Q masih ingin ibu dampingi hari2 Q membalas sakit ini sampai topi toga bisa menutupi kepala Q dengan ukiran cintanya, mengukir kebanggaan ini hanya untuknya. Rabbi, maafkan Q melalaikan waktu untuk menyapa ibu di sela kesibukan yang biasa ini." (--Do'a yang Q rintih penuh dengan haru air mata--Tak peduli tangisan Q sekuat apa waktu itu). Nangis sejadi2nya, Q tau airmata tak menjadi kata maaf untuk sebuah kelalaian, tapi cuma itu yang bisa tercurahkan dengan gamblangnya. Setelah materi itu, beberapa teman satu tim Q menanyakan "Ve, kamu kuat banget nangisnya? Emang jauh dari ortu ya?? (Maklum mereka tanya, kan kita baru kenal)". Q pun menjawab "Q disini hanya dengan papa. Merantau untuk kuliah disini adalah pertama kalinya Q merantau dan pergi jauh dari ibu. Q sering bepergian meninggalkan ibu di rumah untuk sebuah kegiatan organisasi, tapi tidak sejauh dan selama Q disini. Dan selama OSPEK Q belum pernah terima telphon atau telphon ibu. Nggak sempatlah rasanya mau lihat HP itu. Jadi tadi ntu teringat kalau terjadi apa2 aja  dengan ibu disana". 

Itulah sedih Q. Baru menyadari dulu ketika hari2 bersama ibu, Q malah sering nggak betah di rumah. Jadi kalau ada kegiatan di luar rumah seperti perkemahan dan sebagainya Q selalu milih langsung untuk ikut tanpa harus izin terlebih dahulu. Kalau sudah mau pergi baru deh izin. Tapi, sekarang, betapa Q benar2 seperti ibu yang ingin pergi meninggalkan Q untuk mengikuti kegiatan di luar rumah. Q benar2 tau arti CINTA ini untuk KELUARGA. Intropeksi diri, Q sadari hidup adalah perjuangan, dan sekarang Q mulai harus tau yang menjadi tanggung jawab Q. Cinta ini sering dispelekan tapi sangat berarti menata kehidupan.

SERU.....................................................................................................................
Serulah pastinya. Punya tantangan baru dengan lingkungan dan teman2 yang baru. Berbagi pengalaman dan cerita dengan teman2 yang datang dari beberapa daerah di luar Batam menjadi tantangan tersendiri. Terlebih lagi ketika acara Senioritas, dimana acaranya dihadiri oleh senior dari angkatan 1  sampai 8 datang semua untuk melakukan PERKENALAN (padahal PEMBANTAIAN ntu) kepada Mahasiswa baru. Senior benar2 jadi artis waktu itu, kita harus minta tanda tangan ke mereka lah, baju yang kita pake siap2 aja ntu untuk jadi tempat TANDA TANGAN RIA mereka. Ada juga yang dibuatkan yel2 yang lucu tapi memalukan (kalau disadari jadi bahan hiburan juga sih. heheheh). Siap2 lah untuk dimara2hi sama senior, siap jadi kacungnyalah pokoknya. Bagai makan buah SIMALAKAMA, ditentang makin ditendang, dituruti makan hati. Serba salaaahhh!!! Tapi endingnya seru juga lah. Jadi saling kenal dengan senior, apalagi setelah memasuki dunia kampus, jadi enak sharingnya karena sudah kenal. Semua kegiatan mempunyai keseruan tersendirilah tentunya.

BAHAGIA...............................................................................................................
Hari terakhir OSPEK membawa kebahagiaan tersendiri tentunya. Awalnya antara mahasiswa baru dengan senior sangat mempunyai gape dalam berkomunikasi, bahkan sama yang udah kenal atau teman saja dianggap nggak kenal. Sebuah profesionalisme yang terjunjung. Namun, ketika acara ini berakhir, sangat terjadi keakraban diantara kami. Kita semua bersahabat dan bersaudara dalam 1 perguruan tinggi "Politeknik Batam".

Itulah semua rasa yang terukir. Sangat luar biasa berada diantara mereka dan digedung ini (Politeknik Batam). Hari demi hari Q jalani masa OSPEK ini dengan sabar. Suka duka di diri sendiri dan tim di masa OSPEK sangat menuntut kerja sama kami yang berjumlah lebih kurang 20an orang. Berasa mempunyai keluarga baru.

OSPEK pun selesai selama 1 minggu, dan tibalah dihari terakhir OSPEK. Ada BALAS DENDAM ke panitia judulnya. Wah,, kawan2 pada heboh semuanya, benar2 balas dendam sama tindakan panitia. Kawan2 sangat mencari ntu senior yang doyannya coret2 muka dan marah2 sama mahasiswa baru. Kena dech 1 nama itu yang tidak perlu disebutkan namanya. Puas2 dech ka2k itu. Kalau Q balas dendamnya sedapat Q aja panitianya, nampak sikit coretkan aja itu lipstik, hehehhehe. 

Selesai acara Balas dendam, kami pun ada acara Dinner bareng panitia. Disitulah waktunya CPCP (Curi Pandang Cari Pacar, hahhahah). Ngobrolin dunia perkuliahan, dunia organisasi sistem manajemen kampus. Banyaklah. Tak jarang juga untuk SKSD (Sistem Kenalan Selama Darurat), maklumlah memanfaatkan situasi dan kondisi. Kan udah nggak ada lagi ntu bahasa senioritas, arena kan udah minta maaf. Selesai makan malam, ada lagi perkara baru. Mulai lagi ntu panitia marah2 nggak jelas, katanya ada diantara kami yang jelek2in nama mereka lah, ngumpat di belakang mereka lah, macam2 lah, dan kami disuruh mengakui siapa orangnya. Ya, kalaupun ada mana ada yang berani ngaku, Pengumpat ngaku, penjara penuh, hahahah. Akhirnya, karena kami yang salah, kami disuruh pejamkan mata dan menundukkan kepala sambil menutup kedua telinga kami dengan kedua tangan, tidak boleh ada mata yang terbuka (Begitulh panitia selama OSPEK kalau kami punya kesalahan atau kalau mereka lagi demen mau marah2 sama kami, selalu harus memejamkan mata sambil menundukkan kepala dan menutup kedua telinga dengan tangan, menyebalkan....) Akhir cerita kalau tidak salah kami ada dipanggil 4 orang yang terdiri dari 2 cowok dan 2 cewek untuk maju kedepan sebagai tersangka, dan apesnya masuklah nama Q sebagai nominasinya. Sumpah!!! Kalut banget perasaan Q waktu itu. Mana ada Q ngumpat di belakang mereka, ngobrol sama teman kalau nggak penting aja nggak akan ngobrol. Huh,, sial banget Q yang harus maju ke depan sebagai salah satu tersangka. Malu bangetlah maju dengan embel2 begituan. Tapi, nggak tau lah, dibilang katanya Q ada fitnah salah satu panitia, ya jelas Q bilang nggak ada bahkan ngakunya sampe pakai "Sumpah, Demi Allah!", beeggghhh,, tapi sayangnya panitia nggak ada yang percaya. Malah dikatain "halah, munafiq kamu pake sumpah2 segala. malu sama jilbab kamu". Q pun diam ajalah sembari di dalam hati mengucap "Astaghfirullah...." Pasrah ajalah Q panitia mau bilang apa. Komentar pun tetap salah di mata mereka. Sesuailah sama "Pasal Senioritas", pasal pertama "SENIOR TIDAK PERNAH SALAH", pasal kedua "JIKA SENIOR SALAH, MAKA KEMBALI KE PASAL PERTAMA", (Cuaapeeekkk dech!!!) Kami yang dipanggil berempat tadi dimarah2lah sepuas2 mereka. Q tidak begitu memperhatikan ketiga teman Q, karena Q hanya menunduk. Q yang dari awal berusaha membela diri atas tuduhan panitia eh,, ternyata tetap salah di mata mereka, akhirnya hanya bisa menangis (dikatain lagi, "kamu mahasiswa apa?? Cengeng banget, airmata buaya. Di depan kami menangis, di belakang kami kamu lancar ngata2in kami"). Ya, ampun Tuhan, airmata tak bisa terbendung lagi. Terserahlah, pasrah!

Akhirnya, setelah banyak cibiran dari panitia datang ke kami (ke empat tersangka) (ketika kami dianiaya cibiran, posisi teman2 masih dengan menundukkan kepala dengan menutup mata dan menutup telinga mereka), kami pun di publish di depan teman2 (mata mereka sudah terbuka) dan salah satu panitia mengatakan "Inilah kandidat teman2 kalian yang aktif dan komunikatif selama OSPEK". Wah, wajah Q yang tadinya masih tersedu2 menangis, langsung oblong grogi tak menentu sembari disambut tepuk tangan kawan2 yang lainnya (ngeri juga ach panitia ini buat skenario acting, coba kalau ada sutrada dan produser ya, udah tenar dech kayaknya, hahahahha). Kemudian salah satu MC tadi menyambung kata2nya "eits,, tapi jangan senang dulu, masih ada 1 langkah lagi yang harus kalian lewati agar terpilih "King & Queen MOM 2008" untuk menjawab pertanyaan dari Presiden Mahasiswa dan perwakilan dari Queen 2007". Hati Q langsung nervous nggak ketolongan. Senang juga bisa masuk "Nominasi King & Queen 2008" (bangga jelas lah karena masuk kesana dinilai dari keaktifan dan komunikatif selama OSPEK berjalan mulai dari debat diskusi, keaktifan mengajukan pertanyaan kepada pembicara dalam sebuah materi seminar dan mengajukan saran dan pendapat dalam sebuah masalah yang dikasih senior atau panitia. Ternilai cukup aktif lah.) 

Pengajuan pertanyaan pun dimulai. Sebelum dilakukan sesi tanya jawab, Q mantapkan hati dengan mengucap basmalah, semoga bisa lancar menjawab. Amin (Maklum, terkadang grogi mampu menjangkit, apalagi di depan khalayak umum. halah,, mulai lebai Q ne.. heheheh). Q lupa pertanyaannya apa, Presiden Mahasiswa 1 pertanyaan dan perwakilan Queen 2007 1 pertanyaan. Semua pertanyaan untuk kami sama, tapi jelas kami punya pandangan masing2. Seketika giliran Q yang harus menjawab pertanyaan, dapat nomor urut 3 yang harus segera menjawab. Q pun mulai menjawab dengan kelihaian logika atas pertanyaan yang diberi. Singkat cerita, sesi tanya jawab untuk kami berempat selesai, dan tibalah pengumuman King & Queen MOM 2008. 

Sebuah suasana yang tidak disangka dan Q juga tidak mengharapkannya. Alhamdulillah terpilih King MOM 2008  adalah M Asrul Himawan (jurusan Teknik Elektronika) dan Queen MOM 2008 yaitu Q, Ferri Martin (jurusan Teknik Informatika). Bangga, senang dan sangat merasa luar biasa dengan diri Q sendiri karena terpilih lewat seleksi nominasi melalui penilaian kemampuan komunikatif dan pendapat dari diri sendiri, bukan dari ajang pemilihan atau pemungutan suara terbanyak. Akhirnya terpilih sebagai Queen MOM 2008 juga melalui sebuah jawaban yang Q jawab semampu Q, bahkan Q nilai sangat biasa jawaban itu dari ketiga teman Q yang lain. Kembali lagi, rezeki takkan kemana, takkan lari gunung dikejar.

Puji syukur yang tak terhingga Q alunkan dalam hati penuh nada do'a mendapat hadiah ini. Apalagi ketika dipasangkan slempang dan mahkota sederhana itu, betapa ada yang sangat spesial di diri Q. Jawaban2 Q di setiap kegiatan seperti menjadi acuan penilaian panitia. Penuh do'a Q sampaikan ini lewat hati dalam seduan tangisan Q "Papa, bunda, ini hadiah yang Q terima selama 1 minggu mengawali hari2 Q di kampus ini nanti selama 3 tahun. Ini Q persembahkan hanya untuk kalian. Belum bisa lewat materi seperti yang telah kalian urai seumur hidup Q ini. Ini memang tidak semahal perjuangan hati dan materi yang telah diberi, tapi ini hadiah kebanggaan dari Q bahwa Q bangga memiliki kedua orang tua seperti kalian yang terus memberi motivasi dan masukan setiap langkah yang Q pilih. Q tau betapa sangat kerasnya perjuangan kalian ingin melihat Q yang BERKERAS HATI tetap akan kuliah ketika Q lulus SMA, sementara telah Q dengar dari mulut papa bahwa papa tidak bisa menguliahkan Q tahun ini juga (2008, tahun ketika Q lulus SMA) karena kondisi perekonomian yang tidak stabil. Tapi Allah menunjukkan jalan itu, dan inilah puji syukur perjuangan itu Rabbi. Tidak ada perjuangan yang sia2, Q yakin itu. Untuk papa, ini hasil perjuangan  papa menemani seminggu Q mengurus semua perlengkapan OSPEK sampai papa tidak tidur. Buat bunda, pulang ini Q akan telphon bunda, Q kangen dan sangat merindukanmu bun. Akan Q ceritakan panjang hari2 sakit, sedih seru dan bahagia Q selama seminggu menjajaki dunia pendidikan baru ini tanpa mengirim atau menerima kabar dari mu. Ini secuil bahagia sederhana yang Q persembahkan hanya untuk kalian pahlawan dan malaikat dunia Q. Ya Allah ucap syukur tertatih dalam do'a Q sembah kehadiratMu. Bangga Q bawa dengan cinta Q sembahkan hanya untuk kalian PAPA & BUNDA Q dan seseorang yang Q tau dia mencintai Q (kala itu Q punya hubungan dengan seseorang, bisa dikatakan pacarlah yang juga terus memberi motivasi kepada Q dan ketika Q melangkah ke Batam Q tau dia menanti Q di Medan). Terima kasih untuk cinta kalian :* ".

OSPEK pun selesai selama 1 minggu dengan suka duka yang luar biasa. Ada pengalaman tersendiri tentunya selama Q mengikuti kegiatan OSPEK ini disini. Pengalaman yang membuat Q semakin dewasa memaknai hidup. Pengalaman yang membuat Q semakin gigih untuk belajar menapaki hidup penuh warna serta pengalaman yang tentunya akan Q jadikan warna sejarah dalam hidup Q kelak. Terima kasih kepada panitia dan senior yang telah membantu membimbing kami menjadi kaum intelektual yang harus menjunjung independensi jiwa mahasiswa yang membela kepentingan rakyat demi menggelar sejarah perjuangan untuk menjunjung tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Terima kasih pula kepada civitas kampus Politeknik Batam yang telah memberi fasilitas kemahasiswaan yang luar biasa di kampus ini. Dan terima kasih yang luar biasa untuk teman2 1 angkatan Q "Mahasiswa Politeknik Batam 2008" untuk semua pengalaman yang saling kita bagi selama OSPEK, tentunya
menuntut kerja sama kita untuk sabar menghadapi senior, terutama teman2 1 tim Q. Salam perjuangan, hidup untuk rakyat, junjung intelektual, HIDUP MAHASISWA!!! (Salam kebanggaan yang harus diucapkan ketika berorasi, heheh)